Implementasi Bela Negara di Era Teknologi yang Canggih
A. Bela
Negara
Pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan
sangat diperlukan dan penting dalam meningkatkan kesadaran kewarganegaraan
setiap masyarakat baik kalangan siswa maupun umum. Karena pembelajaran PKN
dalam dunia pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar menjadi
masyarakat yang baik, yang memiliki komitmen atau landasan dasar dalam
mempertahankan kesatuan dan persatuan Indonesia.
Bela negara bukan hanya tugas aparat
keamanan negara seperti TNI, POLRI, namun tanggung jawab setiap warga negara
termasuk generasi muda di era teknologi ini. Perspektif bela negara bukan hanya
mengenai “angkat senjata” dan “pertempuran” namun berbagai ancaman secara
nonfisik pun dapat dirasakan saat ini. Ancaman terbesar bangsa saat ini adalah
mengacu pada jati diri bangsa dengan merusak generasi muda saat ini melalui
perkembangan teknologi yaitu masuknya narkoba, vidio porno, (HIV/AIDS), hoaks
dan radikalisme serta terorisme. Bela negara dapat disebut sebagai sikap serta
perilaku atau tindakan setiap warga negara yang dilakukan secara teratur,
menyeluruh serta dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan pada
Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup Bangsa dan Negara,
bentuk dari sikap bela negara adalah rela berkorban demi bangsa dan negara,
membela harga diri bangsa, menjaga eksistensi bangsa.
Kemajuan teknologi pada saat ini membawakan dampak negatif yang paling signifikan dan terasa dalam kehidupan. Seperti contoh yaitu:
- Ancaman pelanggaran hak kekayaan intelektual HKI, karena mudahnya dalam mengakses informasi serta menyebabkan maraknya plagiarisme.
- Ancaman terhadap pikiran pada pribadi anak yang cenderung lebih bepikir praktis namun tidak kritis. Hal ini akan berdampak pada mudahnya pengaruh – pengaruh paham yang salah dan dengan mudah menerima berita hoaxs tanpa pembenaran lebih dahulu.
- Menurunnya moralitas pada anak bangsa sehingga terjadinya tindak kejahatan kriminalitas.
- Tidak dapat memanfaatkan waktu yang disediakan, seperti tidak dapat membagi waktu untuk belajar karena lebih suka bermain game online.
Di
era digital ini, salah satu hal yang mengancam negara ialah hoaks atau berita
bohong. Kemajuan teknologi memudahkan semua orang mengakses, membuat, atau
menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya sehingga berita bohong ini
bagaikan bola salju yang efeknya semakin lama semakin besar dan berpotensi
menyebabkan perpecahan. Parahnya lagi sekarang bahkan semakin banyak modus
penyebaran informasi palsu berujung pada kriminalitas teknologi (cyber crime) dengan
menjebak seseorang menginstal sebuah aplikasi virus yang dapat dimanfaatkan si
penyerang untuk merekam aktifitas korban dan bahkan mengendalikan hp korban untuk
kejahatan.
Dari
kasus di atas, dapat diketahui bahwa hoaks tidak sekadar kesalahan informasi
yang lewat begitu saja. Nyatanya, berita bohong mampu berimbas pada masalah
sosial, kesehatan, dan ekonomi di suatu negara. Oleh karena itu, sebagai
generasi yang cakap dalam teknologi, tugas generasi pemuda teknologi sekarang adalah
membantu mengkampanyekan gerakan anti hoaks dan sebisa mungkin meluruskan
segala informasi yang sekiranya salah dan dapat membuat kesalahan baik itu
kesalahan kecil maupun kesalahan besar.
B. Beberapa
Cara Untuk Mengatasi Hoax, Penipuan dan Penyerangan Virus dari Pelaku Cyber
Crime
Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk
mencegah hoaks adalah dengan membaca seluruh isi artikel dan juga pastikan
untuk mengecek situs lain apakah memang beritanya asli atau hanya ada beberapa
media saja yang mengatakan hal itu terjadi. Tidak heran jika kemudian berbagai
portal berita menjadi media cetek yang memakai jurus judul clickbait untuk
menarik perhatian pembaca, seperti beberapa berita di internet yang lahir
dengan judul terlalu sensasional bahkan seringkali tidak berhubungan dengan
isinya. Inilah mengapa, membaca keseluruhan berita menjadi penting dilakukan
oleh pembaca cerdas. Pembaca juga perlu memperhatikan kredibilitas sumber
informasi yang dikutip media pada berita.
Langkah kedua yang dapat dilakukan untuk
mencegah terkena tipu maupun penyerangan virus oleh pelaku criminal cyber
adalah dengan selalu mengecek ulang apakah informasi yang anda dapatkan
benar-benar bersumber dari pihak yang berkaitan, atau juga dapat bertanya
kepada ahli teknologi informasi untuk memastikan kebenaran informasi atau
bahkan bertanya kepada sesame pengguna media sosial pun kita akan dapat
beberapa jawaban dari berbagai orang yang berpendapat.
Masyura Fanni Ramadhan
21081010103
Bela Negara G113
Komentar
Posting Komentar